nanotech lihat situs sponsor

Kamis, 19 Oktober 2017  
 
  LIPI
depan
database
database
artikel
kegiatan
situs
info
publikasi
e-data
buku
kontak
  Artikel-artikel populer :
» daftar artikel

The 1st International Conference on Advanced Material and Practical Nanotechnology
Alfian Noviyanto


Selain itu, acara ini juga bertujuan agar para peneliti domestik dan peneliti undangan yang melakukan penelitian di luar negeri dapat saling bertukar informasi tentang penelitian yang telah dan sedang mereka lakukan, termasuk tren penelitian nanoteknologi yang berkembang di dunia. Acara ini dibuka oleh Prof. Dr. Rochadi, Sekretaris Utama LIPI. Dalam sambutannya Prof. Dr. Rochadi percaya bahwa nanoteknologi dapat memecahkan masalah teknologi yang dihadapi oleh manusia di masa mendatang. Banyak negara maju berlomba-lomba dalam penelitian nanoteknologi yang tentunya dengan didukung dana yang besar. Indonesia dengan sumber daya alam yang melimpah mempuyai posisi strategis. Para peneliti Indonesia baik dari LPND atau pun universitas sudah mulai melakukan penelitian nanoteknologi yang berbasis sumber daya alam. Hal ini merupakan suatu hal yang baik, bahwa kita akan dapat mengikuti kompetisi di era global dengan mengembangkan “The only one technology”. Diharapkan Indonesia dapat menjadi yang terdepan dalam nanoteknologi yang berbasis sumber daya alam kita sendiri dengan dukungan dari berbagai pihak.

Pada acara ini Dr. Richard K. W. Mengko (staf ahli menristek) yang menjadi pembicara kunci mengatakan sudah saatnya Indonesia terlibat dalam nanoteknologi biarpun dana yang diberikan pemerintah buat penelitian tidak besar. Acara ini juga diharapkan dapat menjadi sarana bagi para peneliti di bidang nanoteknologi untuk menginformasikan hasil penelitiannya kepada para sivitas nanoteknologi di Indonesia, tak terkecuali pihak industri yang terkait. Dengan demikian, akan terbentuk jejaring antara pakar dan pelaku nanoteknologi di dalam dan di luar negeri serta seluruh sivitas yang terkait dengan nanoteknologi.

Dalam kesempatan ini, pakar-pakar peneliti nanoteknologi dari luar negeri seperti Prof. Kozo Obara dari Kagoshima University Jepang hadir untuk berbicara tentang kontribusi elektron dalam nanosains dan teknologi untuk generasi yang akan datang. Dr. Lerwen Liu dari Zyvex Corporation USA-Malaysia membagi pengetahuan dan pengalaman tentang penelitian dan strategi bisnis di bidang nanoteknologi. Beliau memaparkan prospek bisnis nanoteknologi (studi kasus zyvex) yang telah mengeluarkan dana $50.000.000,- untuk riset dan bisnis nanoteknologi. Acara ini juga akan menghadirkan peneliti-peneliti anak bangsa yang melakukan penelitian di luar negeri seperti Dr. Ratno Nuryadi (Shizuoka University) yang meneliti tentang nanodevice, Dr. Brian Yuliarto (AIST, Japan) yang memaparkan tentang nanoporous untuk lingkungan dan sumber energi baru, dan Dr. Haznan Abimanyu (KIST, South Korea) yang memaparkan kebijakan penelitian dan pengembangan nanoteknologi di Korea. Tidak lupa, peneliti dalam negeri sebagai pembicara tamu yaitu Dr. Yateman dari UGM yang membawakan idea tentang roadmap nanoteknologi di Indonesia sebagai pijakan bagi para peneliti jika ingin terjun ke dalam penelitian nanoteknologi dan Dr. Darminto dari ITS yang memaparkan tentang aplikasi nanopratikel untuk pembuatan magnet.

Acara ini dihadiri oleh lebih dari 120 orang peserta yang berasal dari lembaga penelitian, universitas dan beberapa industri di Indonesia (terlampir). Pada acara ini telah diterima abstrak untuk persentasi poster sebanyak 29 dengan berbagai topik yang dibagi dalam tiga kategori yaitu Nanodivais dan Elektronik (A), Nanokimia (B) dan Nanomaterial (C). Dalam acara ini pula tidak ketinggalan hadir pula dari berbagai wartawan media masa untuk meliput kegiatan yang sangat bergengsi ini.

Acara puncak dari kegiatan ini adalah peluncuran buku Nano-Edu dan alat peraga untuk pendidikan nanoteknologi bagi anak di usia dini hasil karya Dr. Nurul Taufiqu Rochman dari Pusat Penelitian Fisika LIPI. Selain itu juga, akan dilakukan pula peluncuran (launching) perdana Indonesian Nanoletter oleh Masyarakat Nanoteknologi Indonesia (MNI) yang diharapkan menjadi cikal bakal jurnal nanoteknologi bertaraf internasional di Indonesia. Pada edisi perdana Indonesian nanoletter ini berisi tentang current status penelitian nanoteknologi yang ada di Indonesia, abstrak pembicara tamu dan abstrak dari presentasi poster.

Berdasarkan hasil dari konferensi untuk pengembangan dan penelitian nanoteknologi di Indonesia kami menyimpulkan enam poin rekomendasi
1. Pengembangan dan penelitian nanoteknologi di Indonesia lebih baik berdasar kepada sumberdaya alam yang dimiliki.
2. Kita perlu menguatkan jejaring antara para pelaku nanoteknologi.
3. kita harus tetep bersama, membuat grup penelitian, menggabungkan fasilitas dan potensi lainnya untuk memecahkan masalah kurangnya pusat nanoteknologi.
4. Kita harus menyebarkan informasi yang berkaitan dengan aktivitas nanoteknologi khususnya ke industri sehingga hasil penelitian kita dapat digunakan oleh indutri lokal.
5. Kita merekomendasikan kepada pemerintah untuk meningkatkan dana penelitian sehingga kualitas dan kuantitas dari penelitian nanoteknologi dapat ditingkatkan.
6. Memasukkan nanoteknologi sebagai salah satu bidang pada pembahasan Kipnas 9, 2007.

Acara ini diharapkan menjadi gerbang menuju era nanoteknologi di Indonesia. Informasi lengkap terkait dapat dilihat di www.opi.lipi.go.id/situs/icamn1 atau www.nano-indonesia.org. Informasi juga bisa didapatkan melalui petugas sekretariat di nomor (021) 6848 3137 / fax (021) 7093 3137.

Kami, seluruh panitia ICAMPN 1 menyampaikan ucapan terima kasih kepada Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia dan Third World Academy of Science (TWAS) atas bantuan dan dukungannya sehingga acara ini dapat terselenggara dengan baik.

» kirim ke teman
» versi cetak
revisi terakhir : 8 September 2006

 

  Dikelola oleh TGJ LIPI Hak Cipta © 2000-2017 LIPI